Translate

Thursday, May 16, 2013

ESAI KRITIK DRAMA Rizqa Era Fithrya

Watak Tokoh dalam Naskah
Bila Malam Bertambah Malam
Karya Putu Wijaya.

Oleh:
Rizqa Era Fithrya

Dari teks drama yang berjudul “Bila Malam Bertambah Malam” kita bisa melihat jika semua yang ada di dunia ini adalah tadir Tuhan yang memang telah digariskan untuk kita jalani. Meskipun itu hal yang terburuk sekalipun. Kita tidak boleh membeda-bedakan antar sesama manusia. Di hadapan Tuhan kita itu semua sama. Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti mempunyai kekurangan. Di dalam teks drama ini terlihat sekali jika antara yang dianggap di bawah dan di atas sebenarnya sama.

Tokoh-tokoh dalam naskah drama yang berjudul “Bila Malam Bertambah Malam” ini mempunyai watak/karakter yang berbeda-beda.
1.     Gusti Biang
Gusti biang adalah seorang Janda yang begitu membanggakan ebangsawanannya. Gusti biang mempunyai watak yang pemarah, keras, angkuh dan egois. Dalam kehidupan sehari-harinya dia selalu marah-marah terhadap kedua abdi nya yang sangat setia. Namun pada suatu malam dia telah menuduh Nyoman ingin meracuninya dengan maksud membunuh dan mengambil hartanya. Seperti tampak pada teks berikut
NYOMAN : Obat-obat  ini  dikirimkan  dokter  Gusti.  Harus dihabiskan.
GUSTI BIANG : Tidak, tidak. Aku tahu  semuanya  itu. Kalau  aku menelan  semua  obat-obatmu  itu,  aku  akan  tertidur seumur hidupku, dan tidak akan bangun-bangun  lagi, lalu good bye. Lalu kau akan menggelapkan beras ke warung  cina. Kau selamanya  iri  hati  dan  ingin membencanaiku ... Kalau  sampai  aku  mati  karena racunmu, Wayan akan menyeretmu ke pengadilan.

Rasa tidak senang Gusti Biang semakin memuncak ketika tahu bahwa Ngurah anak satu-satunya mencintai Nyoman. Dia tidak setuju karena perbedaan kasta yang tidak sepadan. Sikap Gusti Biang yang masih ingin mempertahankan tatanan lama yang menjerat manusia berdasarkan kasta,membuat ia sombong dan memandang rendah orang lain. Keangkuhan dan sifat semena-mena terhadap dua abdinya juga di landasi oleh semangat kebangsawanan yang ditinggal oleh mantan suaminya. Apalagi dia selalu menganggap bahwa suaminya adalah seorang pahlawan sejati.

2. Nyoman
Nyoman adalah seorang gadis desa tinggal di puri tempat tinggal gusti biang. Selama itu kebutuhan nyoman tercukupi oleh gusti biang. Namun karena Sikap Gusti Biang yang masih ingin mempertahankan tatanan lama yang menjerat manusia berdasarkan kasta,membuat ia sombong dan memandang rendah orang lain. Begitu pula terhadap Nyoman. Nyoman yang selalu setia melayani Gusti Biang,harus rela bersabar akibat sikap Gusti Biang yang menginjak-injak harga dirinya.Telah lama Nyoman ingin meninggalkan puri itu karena ia sudah tidak sanggup menahan kemarahan terhadap Gusti Biang. Nyoman tak kuasa lagi menahan emosi yang bertahun-tahun ia pendam manakala Gusti Biang benar-banar menindasnya. Gusti Biang menuduh Nyoman akan meracuninya dengan obat-obatan yang Nyoman berikan. Bahkan Gusti Biang tidak segan-segan memukul Nyoman dengan tongkat. Akhirnya Nyoman meninggalkan puri itu.

3. Wayan
Wayan adalah salah seorang abdi gusti biang, wayang adalah seorang lelaki tua yang dulu menjadi ajudan dan teman seperjuangan almarhum suami gusti biang yang telah meninggal pada saat pertempuran melawan Belanda.
Wayan memiliki watak yang baik hati, setia, dan lucu. Kesetiaannya terhadap orang yang dicintainya tampak pada teks berikut.
WAYAN : Tiyang  menghamba  di  sini  karena  cinta tiyang kepadanya.  Seperti  cinta  Ngurah  kepada  Nyoman. Tiyang  tidak  pernah  kawin  seumur hidup dan orang-orang selalu menganggap  tiyang  gila,  pikun, tuli,  hidup. Cuma  tiyang  sendiri  yang  tahu,  semua itu tiyang lakukan dengan sengaja untuk melupakan kesedihan, kehilangan masa  muda  yang  tak  bisa dibeli  lagi. 
(Memandang  Ngurah  dengan  lembut. Tapi  tiba-tiba  ia  teringat  sesuatu  dan  kemudian
berkata) 
Tidak.  Ngurah  tidak  boleh  kehilangan  masa  muda seperti  bape  hanya  karena  perbedaan kasta. Kejarlah perempuan  itu,  jangan-jangan  dia mendapatkan halangan di jalan. Dia pasti tidak akan berani pulang malam-malam  begini.  Mungkin  dia bermalam  di  dauh  pala  di  rumah  temannya.  Bape akan  mengurus  ibumu.  Pergilah  cepat,  kejar  dia sebelum terlambat.  

4. Ngurah
Ngurah adalah anak gusti biang yang sedang menyelesaikan pendidikannya di universitas di pulau jawa. Ngurah sangat mencintai nyoman, namun seperti yang dimaksudkan dalam lakon tersebut bahwa cinta mereka terhalang oleh kasta. Karena pada dasarnya sama dengan cinta gusti biang terhadap wayan yang terhalang oleh kasta. Sehingga cinta itu berubah menjadi kemarah-marahan kesombongan dan keegoisan Gusti Biang.

Ngurah mempunyai watak yang berbeda dengan ibunya, ngurah mempunyai watak yang sangat baik terhadap semua orang, bahkan dia sangat bijaksana terlebih ketika mengetahui cerita sebenarnya tentang siapa ayah kandungnya sendiri yang ternyata adalah wayan. Dia sama-sekali tidak marah bahkan karena kejujuran itu cerita dalam lakon itu menjadi lebih baik. Pada akhirnya Gusti biang mengijinkan Ngurah menikah dengan Nyoman.

No comments:

Post a Comment